Tim Pendidikan dan Kebudayaan. 1995. Studi Pertumbuhan dan Pemudaran Kota Pelabuhan: Kasus Gilimanuk - Jepara. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
Yang dimaksud dengan lokasi kota pelabuhan adalah letak kota pelabuhan itu sendiri berdasarkan lingkungan fisiknya seperti: morfologi. iklim, dan posisi kota pelabuhan terhadap daerah belakangnya serta perkembangan jalur pelayaran. Faktor sosial meliputi kependudukan serta kebudayaannya. Perkembangan penduduk mempengaruhi kegiatan di pelabuhan. Akibat selanjutnya menimbulkan interaksi antar budaya. Faktor ekonomi berkaitan dengan potensi daerah belakang baik potensi penduduk maupun potensi ekonominya, yang berkaitan dengan produksi dan konsumsi. Kesemuanya ini berkaitan pula dengan politik dan pemerintahan pada waktu-waktu tertentu, lagipula perbaikan Fasilitas dan pembangunan pelabuhan banyak bergantung kepada campur tangan pemerintah. Faktor administratif pelabuhan berhubungan dengan kelancaran pengaturan kegiatan di pelabuhan baik mengenai arus penumpang maupun barang dan pemakaian fasilitas pelabuhan. Fasilitas pelabuhan meliputi dermaga, persediaan bahan bakar dan air tawar, gudang, lapangan penumpukan barang, listrik, jaringan lalu-lintas darat, dan faslitas lainnya.
Post a Comment